Aku dan Cita-Cita
takan ada mimpi yang ‘kan jadi kenyataan sampai kita bangun dan pergi untuk merwujudkannya. sebenarnya, ketika cita-cita telah menjadi keyakinan maka gunung setinggi dan laus seluas apapun akan bisa ditembus. jangan takut jika cuma berkembang perlahan, namun takutlah jika kita hanya diam saja. semangatlah… masa depan kita adalah kita yang menentukan. lakukanlah semuanya tanpa harus takut gagal atau hanya akan sia-sia belaka karena keberhasilan milik mereka yang punya optimisme dan semangat setinggi langit, usaha sekeras baja, doa yang selembut awan.
kerahkan semua daya dan upaya yang kita punya serta pasrahkan segalanya dalam doa dan kesabaran. berdoalah karena doa adalah lagu hati yang akan membimbing kita ke hadapan singgasana dan kekuasaan sang pencipta. doa adalah senjata dan tameng dari kerasnya kehidupan, tuhan bersungguh-sungguh dengan doa yang dipanjatkan secara sungguh-sungguh begitupun tuhan akan berpura-pura dengan doa yang dipanjatkan secara pura-pura.
sebenarnya, tuhan tidak serta merta menempatkan kita dalam kesusahan kecuali Dia hendak melihat dan membersihkan jiwa kita juga menyempurnakan pemberiannya.
waktu, waktu memegang peranan yang vital dalam hidup ini. dalam pepatah arab disebutkan bahwa waktu ibarat pedang, menjadi berguna ketika kita bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya serta menjadi malapetaka ketika kita lalai dan tidak bisa mengendalikannya. tidak hanya akan bisa melukai namun juga dapat merusak dan menghancurkan kita. setiap detik waktu yang tuhan berikan kepada kita tidak akan pernah kembali, bergantung kepada kita akan menjadikan kumpulan detik-detik itu menjadi berharga atau tidak. bila ada satu waktu dalam detik, menit, jam dan hari-hariku yang darinya aku tidak memperoleh apa-apa maka sebenarnya itu bukanlah aku yang sebenarnya. hari kemarin adalah kenangan, hari esok adalah harapan dan hari ini adalah kenyataan. tulisan ini ditulis dengan tujuan utama sebagai pengingat bagi penulis sendiri juga buat siapapun yang merasa mendapatkan manfaat darinya. terima kasih.