Jadikan Diri Kita Sperti Berlian

Posted in Uncategorized on December 1, 2008 by abho212

Dalam hidup ini, Aku memiliki suatu prinsip yang kuterapkan dalam jiwaku. Terkait dengan statusku sebagai seorang mahasiswa dan juga sebagai seorang pekerja. Sebenarnya, aku sendiri tidak tahu pasti mendapatkan prinsip hidup ini dari mana, namun yang jelas aku pernah kenal seseorang yang kebetulan namanya berlian dan aku sangat menyukai dan juga mengaguminya. Mungkin bisa jadi dari sebuah nama itulah prinsip hidupku ini muncul. Aku ucapkan terima kasih yang tak terhingga untuk “berlian” ku.

Inti dari prinsip ini adalah “Dimanapun kita berada maka jadikanlah diri kita menjadi sesuatu yang sangat berharga, yakni berlian”. Saya yakin, sekalipun tempat dimana kita ditempatkan, baik oleh tuhan ataupun oleh keadaan, yang terkadang tidak serta merta bisa kita terima maka kita tetap harus berupaya menjadikan diri kita tetap berharga layaknya sebutir berlian. Walaupun tempat kita ada sekarang ini seumpama kubangan lumpur yang kotor dan menjijikan, namun ketika kita bis menjadikan diri kita seindah dan seberharga berlian maka saya yakin kita akan tetap dicari, diminati juga dihargai oleh siapapun yang melihat kita. Bisa dipastikan ketika kita ditemukan oleh seseorang yang sekedar singgah atau melewati tempat dimana kita berada, kita akan dipungut dan dipindahkannya ketempat yang lebih indah dan mulia. Karena sebutir berlian tetaplah sebutir berlian, dimanapun dia ditempatkan dia tetap mulia dan berharga, begitulah kira-kira harapan penulis dengan prinsip hidup yang dipilihnya.

Pertanyaannya kemudian, bagaimana menerapkan prinsip tersebut dalam dunia mahasiswa dan juga dunia kerja yang nyata? Saya tegaskan jawabannya, gampang. Pertama coba biasakan kita untuk menyediakan waktu kita barang 5 menit saja setiap menjelang tidur, dan di saat itu, kita coba susun kembali apa-apa yg telah kita kerjakan hari ini di kampus atau ditempat kita bekerja seharian tadi, kemudian evaluasi diri kita, target apa yang sudah atau belum kita capai seharian tadi, kalau ada yang masih tidak atau belum memuaskan seperti apa yang menjadi harapan maka kenali dan analisalah dimana letak kekurangan ataupun kesalahan-kesalahannya. Setelah tahap evaluasi dan analisa selesai sekarang lanjutkan dengan tahapan perencanaan untuk kegiatan-kegiatan/ tindakan-tindakan apa yang besok yang akan dan mau kita lakukan. Termasuk didalamnya membuat target yang ingin dicapai juga dengan menyertakan parameter keberhasilannya, lakukan kegiatan ini terus menerus menjadi kebiasaan yang kemudian melekat erat dengan diri kita. Saya yakin, ketika ini bisa kita jalankan serta kita bisa konsisten menjaga kekontinyuaannya, Insya Allah, hidup kita kan lebih teratur dan lebih indah.

Sungguh waktu 5 menit yang seolah tak berarti itu, akan sama dengan 1.825 menit atau 30 jam dalam setahun. Waktu 5 menit tiap malam tersebut akan berakumulasi seiring dengan lamanya waktu kita belajar/ bekerja, hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun. Tak terasa, hal itu akan menjadi satu hal yg sangat berarti dalam prestasi kerja kita. Sedikit demi sedikit, waktu yg kita habiskan untuk membuat rencana itu mengkristal dan menjadikan diri kita berbeda dari lainnya. Lama – kelamaan Kristal ini akan menjadi lebih indah dengan kekonsistenan kita menjaga dan menjalankan prinsip berlian tersebut ditambah trik yang kedua yakni menjadi orang yang menyenagkan dan disenangi. Caranya juga gampang sekali, selain kita tidak boleh pilih-pilih dalam pergaulan, tua-muda, mahasiswa-pengajar, karyawan-atasan,laki-laki-perempuan dan perbedaan-perbedaan lainnya. Mulailah dengan mengetahui nama-nama orang-orang yang ada disekitar kita berada kemudian menyapanya dan coba menawarkan bantuan sekiranya mereka sedang kesulitan dan juga kita mampu untuknya. Lama-kelamaan kita akan dikenal oleh semua kalangan yang ada disekitar kita dan menurut saya suatu kebanggaan yang tak ternilai harganya ketika kita dikenal dan senantiasa disapa ketika bertemu atau sekadar berpapasan dengan sapaan-sapaan yang hangat dan menentreamkan, ini menjadi semacam sugesti atau terapi atas segala kepenatan-kepenatan kita dalam belajar/ bekerja. Kalau dua tips ini bisa kita jalankan secara kontinyu dan juga konsisiten maka kemudian, orang-orang disekitar kita akan sadar ada sesuatu yang berharga disekitar mereka, sesuatu yang senantiasa disenangi dan diharapkan kehadirannya. Maka kemudian bisa dipastikan, seandainya tempat yang kita tempati sekarang kurang atau tidak baik-pun maka suatu saat kita akan dipungut dan dan dipindahkan ketempat lain, tentunya tempat yang lebih baik dan menyenagkan. Tapi sekali lagi untuk menjadi sesuatu yang disenagi dan selalu diharapkan itu kita harus terlebih dahulu membuat diri sendiri menjadi berharga baru kemudian mempersembahkannya buat orang-orang disekitar kita. Jadikan kita laksana sebutir berlian yang indah dan berharga, dimanapun ia berada. Insya Allah.

Jadikan Diri Kita Menjadi Sebutir Berlian

Posted in Uncategorized on December 1, 2008 by abho212

Dalam hidup ini, Aku memiliki suatu prinsip yang kuterapkan dalam jiwaku. Terkait dengan statusku sebagai seorang mahasiswa dan juga seorang pekerja. Akau sendiri tidak tahu pasti mendapatkan prinsip hidup ini dari mana, yang jelas aku kenal seseorang yang kebetulan namanya berlian dan aku sangat menyukai dan juga mengaguminya. Mungkin bisa jadi dari sebuah nama itulah prinsipku ini muncul.

Inti dari prinsip ini adalah “Diumanapun kita berada maka jadikanlah diri kita menjadi sesuatu hyang sangat berharga, yakni berlian” Saya yakin, sekalipun tempat dimana kita ditempatkan, baik oleh tuhan atauypun oleh keadaan yang terkadang tidak serta merta bisa kita terima maka kita tetap harus berupaya menjadikan diri kita tetap berharga layaknya sebutir berlian. Walaupun tempat kita ada dikubangan lumpur yang kotor dan menjijikan, namun ketika kita bis menjadikan diri kita seindah berlian maka saya yakin kita akan tetap dicari, dimintai juga dihargai. bisa dipastikan ketika kita ditemukan oleh seseorang yang sekedar singgah atau melewati tempat dimana kita berada, kita akan dipungut dan dipindahkannya ketempat yang lebih indah dan mulia. Karena sebutir berlian tetaplah sebutir berlian, dimanapun dia ditempatkan dia tetap mulia dan berharga, begitulah kira-kira harapan penulis dengan prinsip hidup yang dipilihnya.

Pertanyaannya kemudian, bagaimana menerapkan prinsip tersebut dalam dunia mahasiswa dan juga dunia kerja yg nyata? Saya tegaskan jawabannya, gampang. Pertama coba biasakan kita untuk menyediakan waktu kita barang 5 menit saja setiap menjelang tidur, dan di saat itu, kita coba susun kembali apa-apa yg telah kita kerjakan hari ini di kampus atau ditempat kita bekerja seharian tadi, kemudian evaluasi diri kita, target apa yang sudah atau belum kita capai seharian tadi, kalau ada yang masih tidak atau belum memuaskan seperti apa yang menjadi harapan maka kenali dan analisalah dimana letak kekurangan ataupun kesalahan-kesalahannya. Setelah tahap evaluasi dan analisa selesai sekarang lanjutkan dengan tahapan perencanaan untuk kegiatan-kegiatan/ tindakan-tindakan apa yang besok yang akan dan mau kita lakukan. Termasuk didalamnya membuat target yang ingin dicapai juga dengan menyertakan parameter keberhasilannya, lakukan kegiatan ini terus menerus menjadi kebiasaan yang kemudian melekat erat dengan diri kita. Saya yakin, ketika ini bisa kita jalankan serta kita bisa konsisten menjaga kekontinyuaannya, Insya Allah, hidup kita kan lebih teratur dan lebih indah.

Sungguh waktu 5 menit yang seolah tak berarti itu, akan sama dengan 1.825 menit atau 30 jam dalam setahun. Waktu 5 menit tiap malam tersebut akan berakumulasi seiring dengan lamanya waktu kita belajar/ bekerja, hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun. Tak terasa, hal itu akan menjadi satu hal yg sangat berarti dalam prestasi kerja kita. Sedikit demi sedikit, waktu yg kita habiskan untuk membuat rencana itu mengkristal dan menjadikan diri kita berbeda dari lainnya. Lama – kelamaan Kristal ini akan menjadi lebih indah dengan kekonsistenan kita menjaga dan menjalankan prinsip berlian tersebut ditambah trik yang kedua yakni menjadi orang yang menyenagkan dan disenangi. Caranya juga gampang sekali, selain kita tidak boleh pilih-pilih dalam pergaulan, tua-muda, mahasiswa-pengajar, karyawan-atasan,laki-laki-perempuan dan perbedaan-perbedaan lainnya. Mulailah dengan mengetahui nama-nama orang-orang yang ada disekitar kita berada kemudian menyapanya dan coba menawarkan bantuan sekiranya mereka sedang kesulitan dan juga kita mampu untuknya. Lama-kelamaan kita akan dikenal oleh semua kalangan yang ada disekitar kita dan menurut saya suatu kebanggaan yang tak ternilai harganya ketika kita dikenal dan senantiasa disapa ketika bertemu atau sekadar berpapasan dengan sapaan-sapaan yang hangat dan menentreamkan, ini menjadi semacam sugesti atau terapi atas segala kepenatan-kepenatan kita dalam belajar/ bekerja. Kalau dua tips ini bisa kita jalankan secara kontinyu dan juga konsisiten maka kemudian, orang-orang disekitar kita akan sadar ada sesuatu yang berharga disekitar mereka, sesuatu yang senantiasa disenangi dan diharapkan kehadirannya. Maka kemudian bisa dipastikan, seandainya tempat yang kita tempati sekarang kurang atau tidak baik-pun maka suatu saat kita akan dipungut dan dan dipindahkan ketempat lain, tentunya tempat yang lebih baik dan menyenagkan. Tapi sekali lagi untuk menjadi sesuatu yang disenagi dan selalu diharapkan itu kita harus terlebih dahulu membuat diri sendiri menjadi berharga baru kemudian mempersembahkannya buat orang-orang disekitar kita. Jadikan kita laksana sebutir berlian yang indah dan berharga,dimanapun ia berada. Insya Allah.

Aku dan Cita-Cita

Posted in Uncategorized on November 17, 2008 by abho212

takan ada mimpi yang ‘kan jadi kenyataan sampai kita bangun dan pergi untuk merwujudkannya. sebenarnya, ketika cita-cita telah menjadi keyakinan maka gunung setinggi dan laus seluas apapun akan bisa ditembus. jangan takut jika cuma berkembang perlahan, namun takutlah jika kita hanya diam saja. semangatlah… masa depan kita adalah kita yang menentukan. lakukanlah semuanya tanpa harus takut gagal atau hanya akan sia-sia belaka karena keberhasilan milik mereka yang punya optimisme dan semangat setinggi langit, usaha sekeras baja, doa yang selembut awan.

 kerahkan semua daya dan upaya yang kita punya serta pasrahkan segalanya dalam doa dan kesabaran. berdoalah karena doa adalah lagu hati yang akan membimbing kita ke hadapan singgasana dan kekuasaan sang pencipta. doa adalah senjata dan tameng dari kerasnya kehidupan, tuhan bersungguh-sungguh dengan doa yang dipanjatkan secara sungguh-sungguh begitupun tuhan akan berpura-pura dengan doa yang dipanjatkan secara pura-pura.

sebenarnya, tuhan tidak serta merta menempatkan kita dalam kesusahan kecuali Dia hendak melihat dan membersihkan jiwa kita juga menyempurnakan pemberiannya.

waktu, waktu memegang peranan yang vital dalam hidup ini. dalam pepatah arab disebutkan bahwa waktu ibarat pedang, menjadi berguna ketika kita bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya serta menjadi malapetaka ketika kita lalai dan tidak bisa mengendalikannya. tidak hanya akan bisa melukai namun juga dapat merusak dan menghancurkan kita. setiap detik waktu yang tuhan berikan kepada kita tidak akan pernah kembali, bergantung kepada kita akan menjadikan kumpulan detik-detik itu menjadi berharga atau tidak. bila ada satu waktu dalam detik, menit, jam dan hari-hariku yang darinya aku tidak memperoleh apa-apa maka sebenarnya itu bukanlah aku yang sebenarnya. hari kemarin adalah kenangan, hari esok adalah harapan dan hari ini adalah kenyataan. tulisan ini ditulis dengan tujuan utama sebagai pengingat bagi penulis sendiri juga buat siapapun yang merasa mendapatkan manfaat darinya. terima kasih. 

 

Aku dan Kesedihanku

Posted in Uncategorized on November 17, 2008 by abho212

 

Aku adalah kata ramah yang diucapkan berulang-ulang oleh suara alam ; Aku adalah bintang yang jatuh dari langit biru ke permadani hijau dan Aku adalah putera segala musim. Di waktu fajar aku menyatu dengan bayu untuk bersama-sama mengirimkan berita bahwa tibanya cahaya. Dan di waktu senja Aku bergabung bersama burung-burung yang akan mengumumkan telah pamitnya cahaya.

Aku adsalah hadiah dari sang kekasih, Aku menjadi penyemarak pada saat yang membahagia. Dan kini, aku adalah hadiah terakhir dari yang hidup…….. kepada yang telah pergi. Aku kini menjadi harapan terakhir dari yang masih tersisa.

Aku adalah sebagian dari sukacita dan juga sebagian dari dukacita. Akan tetapi, Aku selalu melihat keatas agar melihat cahaya selalu, melulu. Aku sering sekali mendengar suara burung-burung berkicau dengan lantang mengungkapkan segala kesedihannya. Aku sering sekali melihat di menanngis karena kesedihannya sehingga ikut bangkitlah kesedihannku. Seringkali tangisnya membuatku terjaga dan sering  juga tangisku yang membuatnya terjaga. Sungguh, kadang kala dia mengeluhkan segala kesedihannya namun sayang aku tidak dapat memahami keluhan-keluhannya sama ketika aku mengeluh diapun tak dapat memahami keluhanku. Namun, ada satu bahasa yang sama yang menjadikan Aku sangat akrab dengannya, kesedihan dan kerinduan.

Betapa dekatnya jaraku dengan berbagai macam kesedihan, ketika aku panggil kesabaran dan dukacita setelah hadirnya kesedihan maka dukacitalah yang -dengan taatnya- lebih dulu menghampiri panggilanku sedangkan kesabaran berjalan lamban seolah enggan memenuhi panggilanku.

 

aku, kota dan kampus ini

Posted in Uncategorized on November 15, 2008 by abho212

seseorang yang ingin hidup disini harus mempunyai sebuah pedang tajam bertangkur madu. pedang diperlukan untuk menyadarkan kita yang hanya ingin membuang-buang uang, waktu juga potensi kita. sementara madu dibutuhkan untuk mengatsi rasa sakit dikarenakan kesedihan dan kesusahan yang telah dan akan kita alami.

kota ini bukanlah tempat yang bersahabat, kampus ini juga bukan jaminan pasti untuk masa depan untuk mereka yang telah dilenakan oleh kebesaran namanya terlebih bagi mereka yang hanya ingin bersenang-senang. segala peradaban palsu kota ini bisa menegangkan dawai-dawai ketahanan jiwa kita hngga melewati batas ketahanannya. disini kita harus berangkat sebelum fajar menyingsing dan baru bisa pulang hanya setelah sang fajar tenggelam menuju peraduannya. kita bergulat dengan waktu yang terkadang membawa kita pada keadaan yang tidak menentu taupun keadaan yang justeru membuat waktu yang kita punya menjadi tidak menentu. kita harus bersabar dan juga tahan dengan segala macam waktu dan keadaan yang dihadiahkan.

aku dan alam

Posted in Uncategorized on November 15, 2008 by abho212

aku menyaksikan alam yang tak bisa tidur barang sejenakpun dan melalui perenungan yang mendalam aku telah temukan perwujudan sesuatu yang luas dan tidak terbatas, sesuatu yang tidak bisa dituntut dan patuh pada kekuatan apapun, sesuatu yang tidak bisa diraih oleh pengaruh dan kekayaan, sesuatu yang menggabungkan kekuatan dan kesabaran, ketulusan dan kemurnian. tumbuh berbunga kendatpun banyak halangan, menghangat di musim dingin dan berkembang di musim gugur, kutemukan sebuah cinta…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.